PANIK KOK NORAK, YUK CARI TAU DULU.
Assalamualaikum,
hallo semuanya, gimana nih kabar andaa?.
Nah pandemi covid 19 masih saja mewabah di indonesia, walaupun skrg new normal telah diberlakukan namun nyatanya kita tak bisa mangkir dri jlh positif terpapar virus hingga hari tak bisa dipungkiri.
Pada awal covid masuk pn sudah beredar kabar bahwa muncul beberapa masyarakat belanja berlebih kebutuhan pokok dan tambhan sehingga menyebabkan kekurangan stok.
Kita ambil saja contoh masker, handsanitizer, vitamin c, bahkan makanan pokok (beras dan mie instan) terjual habis dipasaran, sehingga beberapa tempat yang masih menyediakan melakukan kenaikan harga atas barang trsbt. Dan terjadilah ketidak seimbangan pasar dimasa new normal.
Untuk kali ini yang akan saya bahas yakni apakah vitamin c menjadi kebutuhan yang genting dimasa covid 19?, mengingat harga vitamin yang tiba tiba meningkat akibat kecemasan di awal masuknya covid 19.
Ternyata, Meskipun membantu menjaga daya tahan tubuh kita, tidak ada bukti bahwa ia dapat mencegah atau mengurangi risiko terkena penyakit ini secara substansial.
Nyatanya jugga konsumsi vitamin C dapat dipenuhi dari berbagai sumber alami seperti jeruk, brokoli, tomat, bayam, dan kol. Namun seringkali kandungan vitamin C di dalam sayuran dan buah sudah tidak optimal lagi. Untuk bantu penuhi kebutuhan vitamin C, Anda bisa konsumsi suplemen vitamin C.
Menurut Mayo Clinic, asupan harian vitamin C perempuan dewasa sebanyak 75 mg dan 90 mg untuk laki-laki dewasa.
Buat anda yang merasa kondisi tubuh sedang memerlukan vitamin c lebih banyak sperti ketika anda sedang melakukan aktivitas berat, selama di bawah batas aman 2000 mg per hari maka masih diperbolehkan.
Nah jadi tidak perlu lagi yah membeli vitamin berlebihan jikalau aktivitas dan asupan makanan anda masih bagus..
hallo semuanya, gimana nih kabar andaa?.
Nah pandemi covid 19 masih saja mewabah di indonesia, walaupun skrg new normal telah diberlakukan namun nyatanya kita tak bisa mangkir dri jlh positif terpapar virus hingga hari tak bisa dipungkiri.
Pada awal covid masuk pn sudah beredar kabar bahwa muncul beberapa masyarakat belanja berlebih kebutuhan pokok dan tambhan sehingga menyebabkan kekurangan stok.
Kita ambil saja contoh masker, handsanitizer, vitamin c, bahkan makanan pokok (beras dan mie instan) terjual habis dipasaran, sehingga beberapa tempat yang masih menyediakan melakukan kenaikan harga atas barang trsbt. Dan terjadilah ketidak seimbangan pasar dimasa new normal.
Untuk kali ini yang akan saya bahas yakni apakah vitamin c menjadi kebutuhan yang genting dimasa covid 19?, mengingat harga vitamin yang tiba tiba meningkat akibat kecemasan di awal masuknya covid 19.
Ternyata, Meskipun membantu menjaga daya tahan tubuh kita, tidak ada bukti bahwa ia dapat mencegah atau mengurangi risiko terkena penyakit ini secara substansial.
Nyatanya jugga konsumsi vitamin C dapat dipenuhi dari berbagai sumber alami seperti jeruk, brokoli, tomat, bayam, dan kol. Namun seringkali kandungan vitamin C di dalam sayuran dan buah sudah tidak optimal lagi. Untuk bantu penuhi kebutuhan vitamin C, Anda bisa konsumsi suplemen vitamin C.
Menurut Mayo Clinic, asupan harian vitamin C perempuan dewasa sebanyak 75 mg dan 90 mg untuk laki-laki dewasa.
Buat anda yang merasa kondisi tubuh sedang memerlukan vitamin c lebih banyak sperti ketika anda sedang melakukan aktivitas berat, selama di bawah batas aman 2000 mg per hari maka masih diperbolehkan.
Nah jadi tidak perlu lagi yah membeli vitamin berlebihan jikalau aktivitas dan asupan makanan anda masih bagus..
Mantapp๐
BalasHapusWadidaw mantappu๐ฅ
BalasHapus