KKL saja terkendala JARINGAN, Apa kabar akses BANKING Di pelosok?

Assalamualaikum,

Hola temanku semua, Maaf harus spam sebab 2 hari lalu saya mencoba kkl dr yang dirasakan beberapa teman teman lainnya. KKL dr memudahkan sekaligus menyulitkan. Mengapa?

Ketika KKL DR kita tidak perlu khawatir dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan baru, tak khawatir tentang bgaimana dan apa pandangan masyarakat tempat KKL, dan beberapa hal kegiatan kkl normal yang mungkin menyedihkan.

Berbeda dengan KKL DR yang setiap kegiatan dilaksanakan dari rumah, mulai edukasi, hingga pendekatan masyarakat dilakukan secara daring.
tidak ada interaksi fisik, ruang lingkup global dan lainnya. Namun seketika juga kita ditampar keadaan suram mengenai sistem dan cara pelaksanaan, kita melakukan kkl dari tempat berada hingga beberapa mahasiswa harus melakukan perjuangan lebih.

KKL ini dilaksanakan daring, lalu bagaimana ceritanya jikalau tempatnya yang berada jauh dari peradaban teknologi, listrik yg menyala hanya 1- 5/per hari di waktu yang tak menentu hingga jaringan yang harus dicari ke atas pohon hingga ke puncak gunung.

hmm, keadaan ini menyadarkan kita bahwa tak mengherankan lagi ketika beberapa daerah di sudut bumi pertiwi ini masih belum tersentuh pengenalan teknologi keuangan, bahkan pengetahuan mengenai fungsi bank saja masih sangat terbatas dikalangan masyarakat.

Lalu tindakan apa sebenarnya yang harus dilakukan pihak bank di tengah kalangan masyarakat ini?, Apakah pekerjaan yang digeluti para petani di kampung kampung ini bisa berkembang melalui pembiayaan yang disediakan bank?.

Untuk menyelesaikan pertanyaan ini, mari kita telaah sebenarnya apa yang menjadi kendala masyarakat desa. Nah berdasarkan beberapa suvei ternyata tidak teraksesnya layanan finansial ini disebabkan banyak hal, bukan hanya soal orang miskin yang tidak punya uang untuk menabung, tetapi juga tentang ketersediaan layanan yang biasanya sangat jauh dari pedesaan dan mahalnya ongkos menabung di bank.

Mengingat jaringan dan listrik saja susah, maka tak heran akses transport pun sangat memprihatikan. Maka dari itu perlunya perhatian lebih terhadap akses dan kesediaan layanan bagi mereka. 

Nah jikalau seluruh penduduk Indonesia aktif menggunakan perbankan tentu akan menjadikan regulasi keuangan Perbankan Indonesia lebih sehat. Untuk itu, apabila Perbankan perlu didorong untuk memperkenalkan produk-produknya. Bahkan, dimungkinkan juga, pembuatan produk yang simple agar mudah diterima oleh masyarakat pedesaan. Sehingga, ekspansi perbankan menjadi sebuah keharusan.

Semoga saja perkembangan ini bisa menyeluruh hingga pelosok negri. 

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rindu Terlarang

ABAIKAN SAJA JIKA MENTAL SEHATMU SUDAH KURANG πŸ™‚πŸ™‚

Ekonomi umat di era new normal