KENAPA HARUS SERAGAM, KETIKA BERAGAM MEMBUAT NYAMAN
Moderasi dalam beragama, ini adalah pembahasan menarik. mengapa saya katakan menarik? sebab moderasi merupakan bentuk toleransi, jadi moderasi dalam beragama sebenarnya bukanlah pembahasan baru.
Sejak SD kita sudah dituntun dalam toleransi, bahkan ada 2 pelajaran yang memuat hal ini yaitu PPKN dan Agama.
Nah mengingat hal tersebut maka agak mengherankan sebenarnya ketika kita selaku manusia yang hidup di wadah kesatuan ini masih berseteru tentang keberagaman apalagi dalam konteks agama.
Setiap agama mengajarkan sebenarnya kepada kebaikan, tidak ada agama yang menuntun ummatnya pada keburukan apalagi melegalkan perbuatan tercela.
Saya pernah mendengar deddy corbuzier mengatakan kalimat yang kurang lebih begini " jika ada yang mengatakan agama ini jelek, agama ini teroris, agama ini mengajarkan kebatilan, itu bukan karena agamanya, tapi oknum-oknumnya."
Jadi pembaca budiman, sebenarnya ketika sesorang mengatakan bahwa agamanya yang terbaik adalah agama yang mereka pelajari atau yang sudah dianut. bagi saya itu normal karna memang begitulah cara berpikir manusia, mempercayai apa yang sudah mereka jalani.
Adapun tujuan orang memiliki agama hanya satu, memperkuat iman dan berpedoman pada sesuatu yang diyakini. Intinya tidak ada agama yang jelek.
Saya rasa ini hanya berbeda jalur namun satu tujuan. Rasulullah saja sudah terlebih dahulu meneladani sikap toleran. kita tidak perlu mengakui dan ikut dalam agamanya untuk bertoleransi, tapi mulailah menerima perbedaan dan menghargai orang lain tanpa melihat siapa dia.
Kalaulah ketika membantu sesorang didahului dengan mempermasalahkan siapa dia, agamanya apa, suku, bangsa, warna kulit dan lainnya. Mungkin kamu akan terlambat mengambil kesempatan untuk membantu sesama.
Kita hidup di indonesia, yang merupakan salah satu negara dengan jumlah suku, etnis, budaya, dan agama yang beragam, moderasi harus dipahami sebagai komitmen bersama untuk menjaga keseimbangan dimana setiap warga harus mau saling mendengarkan satu sama lain serta saling belajar melatih kemampuan mengelola dan mengatasi perbedaan diantara masyarakatnya.
Beragam bukan alasan yang tepat untuk membenarkan perpecahan, bagaimanapun aku adalah sebahagian dari dirimu dan kamu adalah sebahagiaan dariku, kita semua bersaudara di negri pertiwi ini.
Sejak SD kita sudah dituntun dalam toleransi, bahkan ada 2 pelajaran yang memuat hal ini yaitu PPKN dan Agama.
Nah mengingat hal tersebut maka agak mengherankan sebenarnya ketika kita selaku manusia yang hidup di wadah kesatuan ini masih berseteru tentang keberagaman apalagi dalam konteks agama.
Setiap agama mengajarkan sebenarnya kepada kebaikan, tidak ada agama yang menuntun ummatnya pada keburukan apalagi melegalkan perbuatan tercela.
Saya pernah mendengar deddy corbuzier mengatakan kalimat yang kurang lebih begini " jika ada yang mengatakan agama ini jelek, agama ini teroris, agama ini mengajarkan kebatilan, itu bukan karena agamanya, tapi oknum-oknumnya."
Jadi pembaca budiman, sebenarnya ketika sesorang mengatakan bahwa agamanya yang terbaik adalah agama yang mereka pelajari atau yang sudah dianut. bagi saya itu normal karna memang begitulah cara berpikir manusia, mempercayai apa yang sudah mereka jalani.
Adapun tujuan orang memiliki agama hanya satu, memperkuat iman dan berpedoman pada sesuatu yang diyakini. Intinya tidak ada agama yang jelek.
Saya rasa ini hanya berbeda jalur namun satu tujuan. Rasulullah saja sudah terlebih dahulu meneladani sikap toleran. kita tidak perlu mengakui dan ikut dalam agamanya untuk bertoleransi, tapi mulailah menerima perbedaan dan menghargai orang lain tanpa melihat siapa dia.
Kalaulah ketika membantu sesorang didahului dengan mempermasalahkan siapa dia, agamanya apa, suku, bangsa, warna kulit dan lainnya. Mungkin kamu akan terlambat mengambil kesempatan untuk membantu sesama.
Kita hidup di indonesia, yang merupakan salah satu negara dengan jumlah suku, etnis, budaya, dan agama yang beragam, moderasi harus dipahami sebagai komitmen bersama untuk menjaga keseimbangan dimana setiap warga harus mau saling mendengarkan satu sama lain serta saling belajar melatih kemampuan mengelola dan mengatasi perbedaan diantara masyarakatnya.
Beragam bukan alasan yang tepat untuk membenarkan perpecahan, bagaimanapun aku adalah sebahagian dari dirimu dan kamu adalah sebahagiaan dariku, kita semua bersaudara di negri pertiwi ini.
Kita semua bersaudara, meski bukan seiman namun kita seibu pertiwi.
Good
BalasHapusMan toel 👍🏻
BalasHapusMasya allah, sangat bermanfaat sekali
BalasHapusSemangat😊
BalasHapusSaya suke saya suke👍👍
BalasHapusLanjut...
BalasHapusSangat bermanfaat😊
BalasHapus